• Untuk Siapa Penerjemah Bekerja?

    Bagi penerjemah lepas, mencari order terjemahan merupakan tantangan tersendiri. Tidak selamanya mereka bisa mendapatkan order dalam volume besar Pada umumnya, penerjemah bisa bekerja dan mendapatkan order terjemhan dari agensi penerjemah atau direct client / klien langsung.

    Agensi penerjemah
    Dalam industri penerjemahan, agensi berperan sebagai perantara antara penerjemah dengan pengguna jasa. Agensi didirikan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa untuk menerjemahkan teks dalam volume besar dalam berbagai bahasa sekaligus. Dengan sumber daya manusia yang memadai, agensi penerjemah mampu mengerjakan order dalam volume besar hanya dalam waktu singkat. Order terjemahan tersebut bisanya dibagikan beberapa penerjemah. Setelah terjemahan selesai dikerjakan, hasilnya tidak langsung diserahkan ke klien. Terjemahan akan diedit atau di-proofread untuk memastikan kualitas hasil akhirnya.

    Kelebihan bekerja untuk agensi
    Penerjemah tidak perlu repot-repot mengeluarkan banyak waktu, uang, dan tenaga untuk memasarkan jasanya demi mendapatkan klien. Mendapatkan reputasi dan banyak klien dalam bisnis terjemahan tidaklah mudah. Selain itu, persaingan juga semakin ketat. Agensi penerjemah memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk mendapatkan klien dan order dalam volume besar. Penerjemah bisa sepenuhnya fokus pada kualitas terjemahannya dan meningkatkan keahliannya.

    Kekurangan bekerja untuk agensi
    Penerjemah tidak bisa mendapatkan bayaran sebesar yang ia dapatkan jika bekerja untuk klien langsung. Agensi penerjemah biasanya memberikan bayaran sekitar setengah atau sepertiga dari tarif terjemahan yang dikenakan pada klien. Hal ini merupakan hal yang lumrah karena agensi membutuhkan dana lebih untuk marketing, mengelola bisnisnya, dan membayar editor. Jika penerjemah bisa meniadakan jasa editor ini (dengan memberikan terjemahan berkualitas dan tanpa cela), penerjemah mungkin bisa mendapatkan tarif lebih tinggi.

    Penerjemah tidak bisa mendapatkan bayarannnya langsung setelah menyerahkan terjemahan. Pembayaran biasanya akan dikirim sekitar 30 atau 45 hari setelah penerjemah mengirimkan invoice. Selain itu, penerjemah tidak bisa meminta DP terlebih dahulu sebelum mengerjakan terjemahan. Aturan seperti ini sangat lumrah untuk sebuah agensi, terutama agensi luar negeri.

    Jika penerjemah bekerja untuk agensi di internet dan tidak mengetahui sepenuhnya reputasi agensi tersebut, penerjemah bisa menjadi korban penipuan. Ada sebagian agensi abal-abal yang menipu penerjemah dan tidak mau memberikan upah atas hasil kerja keras mereka. Ini sebenarnya sudah menjadi risiko tersendiri dalam bisnis/karier.

    Klien langsung
    Jika penerjemah pandai menawarkan jasanya kepada konsumen dan memiliki strategi marketing yang baik, ia sebaiknya bekerja untuk klien langsung tanpa perantara agensi penerjemah. Namun, untuk mendapatkan banyak klien yang mau membayar mahal atas jerih payahnya, butuh waktu yang cukup lama.

    Kelebihan bekerja untuk klien langsung
    Penerjemah bisa meminta bayaran lebih tinggi. Tanpa perantara, penerjemah akan diuntungkan dengan menetapkan tarif lebih tinggi dan pengguna jasa pun tidak keberatan untuk membayarnya sesuai dengan tarif yang diminta asal terjemahannya bagus dan sesuai harapan.

    Penerjemah bisa meminta DP sebelum mulai menerjemahkan teks/dokumen dari pengguna jasa. Dengan meminta DP terlebih dahulu, penerjemah bisa mendapatkan kepastian bahwa pengguna jasanya tidak main-main dan mau membayar kerja kerasnya. Setelah terjemahan selesai, penerjemah bisa meminta pelunasan pembayaran jasanya langsung.

    Kekurangan bekerja untuk klien langsung
    Penerjemah harus meluangkan waktu lebih untuk membangun jaringannya dan mendapatkan banyak klien. Tentunya, selama periode awal tersebut, penerjemah harus bersabar dan memiliki penghasilan atau tabungan cadangan sampai bisnis terjemahannya mendatangkan hasil yang besar.