Jargon, Laras, dan Register: Pemahaman Bahasa yang Tepat dalam Konteks yang Berbeda

Bahasa adalah alat komunikasi yang kompleks dan luas. Dalam berbagai konteks, kita sering menemukan istilah-istilah khusus, kata-kata formal atau informal, dan tingkatan bahasa yang berbeda. Istilah-istilah ini dikenal sebagai jargon, laras, dan register. Pemahaman tentang konsep ini sangat penting dalam berkomunikasi dengan tepat dan efektif. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan tentang jargon, laras, dan register, serta peran dan penggunaannya dalam bahasa sehari-hari.

Bagian I: Pengenalan

1. Jargon

Jargon merujuk pada kumpulan istilah, frasa, atau ungkapan yang digunakan dalam kelompok sosial atau profesi tertentu. Jargon sering kali merupakan bahasa khusus yang dimengerti oleh orang-orang dalam kelompok yang sama, tetapi tidak selalu dapat dipahami oleh orang di luar kelompok tersebut. Jargon berfungsi sebagai alat komunikasi yang efisien dalam lingkungan tertentu karena anggota kelompok telah menetapkan makna tertentu untuk istilah-istilah tersebut.

Contoh jargon dalam bidang medis: "EKG" (Elektrokardiogram), "MRI" (Magnetic Resonance Imaging), "CT Scan" (Computed Tomography Scan).

2. Laras

Laras adalah tingkatan bahasa yang mencerminkan tingkat formalitas atau informasi dalam komunikasi. Tingkatan bahasa dapat bervariasi dari yang sangat formal hingga sangat informal. Laras bahasa yang digunakan bergantung pada situasi, audiens, dan tujuan komunikasi.

Contoh laras formal: Penggunaan bahasa formal dalam pidato resmi atau teks akademis.

Contoh laras informal: Penggunaan bahasa informal dalam percakapan santai dengan teman.

3. Register

Register adalah variasi bahasa yang digunakan dalam konteks tertentu atau oleh kelompok sosial tertentu. Register meliputi berbagai macam aspek bahasa, termasuk pilihan kata, diksi, tata bahasa, intonasi, dan ekspresi wajah. Pemilihan register yang tepat memastikan pesan disampaikan dengan jelas dan efektif.

Contoh register tinggi: Penggunaan bahasa formal dalam pidato resmi.

Contoh register rendah: Penggunaan bahasa santai dan tidak terlalu formal dalam percakapan sehari-hari.


Bagian II: Peran dan Penggunaan Jargon, Laras, dan Register

1. Peran Jargon

Efisiensi Komunikasi: Jargon memungkinkan komunikasi yang lebih efisien di antara anggota kelompok sosial atau profesi yang sama. Dengan menggunakan jargon, pesan dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

Pembeda Identitas: Jargon membantu mengidentifikasi anggota kelompok tertentu dan menciptakan rasa solidaritas dalam komunitas. Penggunaan jargon menunjukkan bahwa seseorang termasuk dalam kelompok atau profesi tertentu.

Peningkatan Keterampilan Komunikasi: Penguasaan jargon memperkaya kosa kata dan meningkatkan keterampilan komunikasi seseorang dalam konteks yang spesifik.

2. Peran Laras

Menyesuaikan Situasi: Laras bahasa membantu orang menyesuaikan komunikasi dengan situasi tertentu. Penggunaan laras yang tepat meningkatkan efektivitas komunikasi dan memastikan pesan disampaikan dengan jelas.

Menghormati dan Menghargai: Penggunaan laras formal menunjukkan penghormatan dan penghargaan terhadap situasi atau audiens tertentu. Laras informal bisa menciptakan kenyamanan dan kedekatan dalam percakapan.

Kesesuaian dengan Tujuan: Laras bahasa dipilih berdasarkan tujuan komunikasi. Penggunaan bahasa formal cocok untuk situasi resmi seperti presentasi bisnis, sementara bahasa informal lebih tepat untuk percakapan santai dengan teman-teman.

3. Peran Register

Kepentingan Kultural: Register mencerminkan norma sosial dan budaya dalam komunikasi. Penggunaan register yang tepat menunjukkan pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai sosial dan budaya tertentu.

Klarifikasi Makna: Penggunaan register yang tepat membantu mengklarifikasi makna pesan dan mencegah kesalahan interpretasi.

Membangun Hubungan: Pemilihan register yang tepat memungkinkan pembangunan hubungan yang lebih baik dengan audiens atau kelompok sosial tertentu.


Bagian III: Tantangan dalam Pemahaman dan Penggunaan Jargon, Laras, dan Register

1. Tantangan Jargon

Keterbatasan Pemahaman: Jargon seringkali hanya dimengerti oleh anggota kelompok tertentu. Orang di luar kelompok tersebut mungkin kesulitan memahami makna dari istilah-istilah tersebut.

Perubahan dan Evolusi: Jargon dapat berubah dan berkembang seiring waktu, membuat orang yang tidak selalu terlibat dalam kelompok tersebut kesulitan mengikuti perkembangan istilah-istilah baru.

2. Tantangan Laras

Kecocokan Situasi: Tantangan terbesar dalam penggunaan laras bahasa adalah memilih tingkatan yang sesuai dengan situasi dan audiens tertentu. Penggunaan laras yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidaksesuaian dan kesalahan komunikasi.

Perbedaan Budaya: Laras bahasa bisa bervariasi dalam berbagai budaya. Penggunaan laras yang berbeda dalam konteks budaya yang berbeda dapat menyebabkan ketidakpahaman dan kesalahpahaman.

3. Tantangan Register

Penggunaan yang Tidak Sesuai: Pemilihan register yang tidak sesuai dengan situasi atau audiens bisa menyebabkan pesan tidak efektif atau bahkan diartikan dengan cara yang salah.

Perbedaan Sosial: Register juga bisa mencerminkan perbedaan sosial. Beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman atau dianggap tidak sopan ketika menggunakan register yang tidak sesuai dengan status sosial mereka.


Bagian IV: Strategi untuk Mengatasi Tantangan

1. Pemahaman Konteks

Penting untuk memahami konteks komunikasi, termasuk situasi, audiens, dan tujuan komunikasi, dalam memilih jargon, laras, dan register yang tepat. Konteks memberikan petunjuk tentang jenis bahasa yang paling sesuai untuk digunakan.

2. Keterampilan Empati

Berempati terhadap audiens atau kelompok sosial tertentu membantu dalam memahami kebiasaan bahasa, budaya, dan tingkatan yang digunakan dalam komunikasi mereka. Berbicara dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya membantu mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang bahasa.

3. Perbaiki Keterampilan Bahasa

Meningkatkan keterampilan bahasa, termasuk memperluas kosakata, mengasah kemampuan berkomunikasi, dan memahami nuansa bahasa, membantu dalam penggunaan jargon, laras, dan register dengan lebih tepat.


Bagian V: Contoh Penggunaan Jargon, Laras, dan Register

Contoh 1: Jargon

Bahasa Sumber (Bahasa Medis): "Pasien mengalami nyeri dada dan sesak napas."

Terjemahan Harfiah (Bahasa Inggris Umum): "The patient experiences chest pain and difficulty breathing."

Terjemahan dengan Jargon (Bahasa Medis): "The patient presents with angina and dyspnea."

Contoh 2: Laras

Bahasa Sumber (Bahasa Formal): "Dalam pertemuan resmi ini, kami akan membahas rencana strategis untuk tahun depan."

Terjemahan Harfiah (Bahasa Informal): "In this official meeting, we will talk about the strategic plan for next year."

Terjemahan dengan Laras yang Tepat (Bahasa Formal): "In this formal meeting, we will discuss the strategic plan for the upcoming year."

Contoh 3: Register

Bahasa Sumber (Bahasa Formal): "Tolong maafkan atas ketidaksenangan yang telah terjadi."

Terjemahan Harfiah (Bahasa Informal): "Please excuse the unpleasantness that occurred."

Terjemahan dengan Register yang Tepat (Bahasa Formal): "Please accept our apologies for the inconvenience that has occurred."


Kesimpulan

Jargon, laras, dan register adalah aspek penting dalam bahasa yang membentuk cara kita berkomunikasi dalam berbagai situasi dan dengan berbagai audiens. Penggunaan jargon membantu komunikasi yang efisien dalam kelompok sosial atau profesi tertentu. Pemilihan laras yang tepat memastikan komunikasi yang sesuai dengan situasi, audiens, dan tujuan. Register mencerminkan variasi bahasa dalam konteks sosial dan budaya tertentu. Tantangan dalam memahami dan menggunakan jargon, laras, dan register memerlukan pemahaman konteks dan keterampilan berbahasa yang baik. Dengan memahami dan menggunakan jargon, laras, dan register dengan tepat, kita dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan menghindari kesalahan atau kesalahpahaman dalam proses komunikasi kita sehari-hari.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Whatsapp-Button