• Pasang Tarif Murah atau Mahal : Pilihan Sulit Bagi penerjemah

    Penerjemah tidak begitu berbeda dengan profesi pekerja lepas (freelance) lainnya, yang bervariasi tarifnya. Penerjemah memiliki kebebasan untuk memilih proyek mana yang akan dikerjakan, klien mana yang akan dilayani, sekaligus berapa tarif yang dia ajukan pada kliennya. Untuk masalah tarif ini, jasa penerjemah bisa ditawarkan dengan tarif yang sangat beragam. Di pasar lokal saja (Indonesia), tarif untuk satu pasangan bahasa yang sama bisa berbeda jauh. Mungkin di satu lapak kita bisa temukan harga Rp 10.000,00 per lembar saja untuk terjemahan Inggris - Indonesia atau sebaliknya. Setelah browsing beberapa menit, kita akan temukan harga Rp 50.000,00 per lembar atau bahkan Rp 100.000,00 ke atas dari penyedia jasa lainnya. Perbedaan tarif ini begitu mencolok karena hanya untuk satu pasangan bahasa dan mungkin jenis dokumen yang sama.

    Karena perbedaan mencolok ini, klien sering kebingungan untuk memilih jasa penerjemah yang benar-benar bagus sepadan dengan uang yang mereka keluarkan. Jika ada terjemahan yang harganya lebih murah, klien akan berpikir dua kali saat keluarkan uang lebih untuk jasa penerjemah yang harganya jauh lebih mahal. Saat memutuskan untuk menggunakan jasa penerjemah murah yang penerjemahnya sendiri tidak jelas portofolionya, klien akan ragu apakah hasilnya nanti sesuai dengan harapan. Di sisi lain, penerjemah pun juga tidak kalah bingungnya saat menentukan tarif yang akan diajukan pada kliennya. Jika tarifnya terlalu murah, kerja keras dan studi selama bertahun-tahun seakan jadi tidak ada nilainya sama sekali. Jika terlalu mahal, klien tidak akan mau menggunakan jasanya.

    Sebenarnya tidak ada patokan pasti untuk menentukan tarif jasa penerjemah karena ada banyak variabel yang memengaruhinya. Meskipun sebenarnya sudah ada acuan tarif resmi, ini bukanlah angka mutlak yang berlaku untuk semua penerjemah atau teks/dokumen. Tarif penerjemah bisa lebih mahal atau lebih murah dari acuannya.

    Faktor utama yang memengaruhi tarif jasa penerjemah adalah penerjemahnya itu sendiri. Semakin berkualitas hasil kerjanya dan semakin bagus reputasinya, penerjemah akan merasa percaya diri memasang tarif tinggi jauh melebihi penerjemah lainnya. Jika kualitasnya sudah mumpuni dan punya banyak klien yang mau membayar dengan harga tersebut, proyek mudah sekali didapat. Daya beli klien juga memengaruhi tarif. Klien korporat dengan budget unlimited tentu berbeda dengan mahasiswa yang masih mengandalkan orangtuanya untuk menyambung hidup dan membiayai kuliah. Tidak adil jika menyamakan tarif untuk korporat dan mahasiswa.

    Keberadaan mesin penerjemah otomatis yang kualitasnya terus meningkat memang memengaruhi tarif jasa penerjemah. Setelah keberadaan mesin ini, terjemahan bukanlah hal yang sulit didapatkan dan harus selalu mengeluarkan uang lebih. Meskipun kualitasnya masih bisa dipertanyakan, semua orang bisa mendapatkan terjemahan dengan kualitas ala kadarnya untuk kepentingan yang sebenarnya tidak terlalu penting, misalnya untuk memahami suatu teks secara sekilas atau gambaran umumnya saja.  Bahkan, ada penyedia jasa penerjemah dengan target utamanya mahasiswa gulung tikar karena kalah bersaing dengan mesin penerjemah gratisan ini.

    Bagaimana jika memasang tarif murah?
    Ada konsekuensi tersendiri jika penerjemah memasang tarif murah. Penerjemah pemula kebanyakan memasang tarif murah karena mereka merasa minder dengan kualitas terjemahan maupun reputasinya dibandingkan penerjemah yang sudah mapan. Pada awalnya, mereka akan memasang tarif murah terlebih dahulu dan menaikkannya secara bertahap sesuai dengan peningkatan reputasi atau bertambahnya jaringan klien.

    Di situs outsourcing baik lokal maupun internasional, tarif murah memberikan daya tarik tersendiri bagi klien atau pemberi kerja, terutama apabila klien adalah makelar proyek terjemahan. Semakin murah tarif yang didapatkannya, semakin besar keuntungan yang masuk ke kantongnya. Persaingan di situs outsourcing memang sangat tinggi. Pada umumnya, klien rela memilih penerjemah atau pekerja lepas dengan reputasi yang sudah mapan meskipun harganya sedikit lebih mahal. Namun, bukan tidak mungkin klien akan melirik penerjemah yang tarifnya jauh lebih murah. Dengan strategi tarif murah inilah, penerjemah bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan proyek meksipun saingannya jauh lebih mapan.

    Pada akhirnya penerjemah yang memasang tarif murah terlalu lama akan tersadar bahwa perjuangan, kerja keras, dan studi selama bertahun-tahun tidaklah sepadan dengan hasil yang didapatkan karena hanya mampu meraup recehan belaka. Situasi menjadi lebih dilematis jika mereka terjebak tarif murah dan kesulitan menaikkan tarif untuk proyek-proyek selanjutnya. Jika tarif dinaikkan sedikit saja, klien lamanya akan kabur dan mencari penerjemah yang jauh lebih murah darinya.

    Bagaimana jika memasang tarif mahal?
    Tarif mahal adalah hak istimewa bagi setiap penerjemah dengan reputasi baik dan kualitas terjemahan jauh di atas rata-rata. Pengalaman selama bertahun-tahun dalam dunia penerjemahan tentu pantas diberi apresiasi lebih. Namun, bagi penerjemah pemula, langsung memasang tarif mahal mungkin bukanlah tindakan yang tepat di awal kariernya. Jika penerjemah pemula terburu-buru melakukannya, mereka akan menjadi orang yang dipertimbangkan paling akhir oleh klien. Dengan kata lain, penerjemah pemula dengan tarif tinggi cenderung kesulitan untuk mendapatkan proyek terjemahan. 
  • 0 comments:

    Posting Komentar

    ORDER VIA WHATSAPP