• Abstrak dalam Karya Tulis Ilmiah (Pengertian, Fungsi, serta Kaidah Penulisannya)

    Bagi kalangan akademisi, abstrak bukanlah hal yang asing lagi karena merupakan salah satu syarat wajib dalam penulisan karya tulis ilmiah. Dalam penulisan jurnal, laporan penelitian, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi sekalipun, keberadaan abstrak adalah hal wajib dan lumrah di setiap institusi pendidikan. Penulisan abstrak memang identik dengan karya tulis ilmiah dari kalangan akademisi, tetapi abstrak juga bisa ditemukan di jenis teks lainnya, bahkan dengan bahasa yang tidak terlalu formal. Namun, fokus pembahasan artikel ini hanya untuk abstrak untuk karya tulis ilmiah.


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, pengertian abstrak adalah ikhtisar (karangan, laporan, dan sebagainya); ringkasan; inti. Definisi ini tentu sejalan dengan fungsi dan esensi abstrak sebagai ringkasan/inti sebuah karya tulis ilmiah. Abstrak biasanya disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa ibu (dimana penelitian diadakan) dan bahasa Inggris. Dalam konteks ini, abstrak bisa dipahami sebagai sebuah tulisan singkat (berupa ringkasan karya tulis ilmiah yang lebih rinci) untuk menjelaskan kegiatan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya secara ringkas, padat, dan jelas. Karena merupakan ringkasan dari keseluruhan karya tulis, abstrak biasanya ada di bagian awal untuk memudahkan pembacanya memahami garis besar dari karya tulis yang akan dibacanya.


    Jenis Abstrak pada Karya Tulis Ilmiah
    Secara garis besar, abstrak dalam karya tulis ilmiah bisa diklasifikasikan dalam dua jenis saja, yaitu:

    1) Abstrak informatif
    Abstrak informatif bersifat umum dan menyajikan informasi kuantitafif serta kualitatif. Pada abstrak ini, tujuan dan metode, hasil, serta kesimpulan dalam sebuah penelitian disajikan secara jelas dan rinci, namun tetap mempertimbangkan keterbatasan ruang dalam penulisan abstrak. Jadi, pembaca tidak perlu membaca keseluruhan dokumen untuk benar-benar memahami apa yang ditulis dalam sebuah karya tulis ilmiah. Sebagai konsekuensinya, jumlah kata di abstrak jenis ini lebih banyak.

    2) Abstrak indikatif
    Absrak indikatif menyanpaikan informasi yang bersifat umum saja dari sebuah karya tulis ilmiah, tanpa informasi terperinci layaknya abstrak informatif.

    Selain kedua jenis abstrak di atas, ada beberapa jenis abstrak yang digunakan di luar teks akademik, dengan tujuan berbeda, bahkan dengan bahasa yang tidak terlalu formal dan ketentuan penulisan yang lebih fleksibel.


    Bahasa dalam Penulisan Abstrak
    Abstrak sendiri diwajibkan untuk ditulis dalam dua bahasa, yakni bahasa ibu dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional pada umumnya. Pengertian bahasa ibu di sini adalah bahasa dimana penelitian dilakukan atau karya ilmiah tersebut ditulis (dalam kasus ini, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional). Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional di sini digunakan untuk menjembatani perbedaan bahasa bagi pembaca asing yang ingin mencari referensi.

    Bahasa Inggris yang lazimnya digunakan untuk penulisan abstrak adalah British English dan American English. Kedua versi bahasa Inggris ini mempunyai perbedaan yang cukup signifikan terutama dalam penulisan kata. Jika peneliti ingin menggunakan British English, dia harus konsisten menggunakannya di seluruh kalimat dalam abstrak yang ditulisnya, tidak mencampurnya dengan American English. Dalam penulisan abstrak, penggunaan tenses dalam bahasa Inggris juga perlu diperhatikan. Pada dasarnya, jenis tenses yang lumrah digunakan adalah simpe present tense untuk menggambarkan informasi umum atau fakta. Namun, untuk bagian abstrak yang menjelaskan metode maupun hasil penelitian, past tense sebaiknya digunakan karena berkaitan dengan hal/perisitiwa yang terjadi di masa lampau, terutama jika penelitian sudah dilakukan sebelumnya.

    Karena merupakan salah satu komponen utama dari karya tulis ilmiah dengan bahasa yang formal, grammar adalah faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam penulisan abstrak. Grammar sendiri memang tidak terlalu penting dalam bahasa lisan selama informasi yang disampaikan bisa diterima secara utuh dan lawan bicara bisa memahami maknanya. Karya tulis ilmiah menuntut penulisan grammar yang sempurna layaknya bahasa akademik pada umumnya. Kesalahan yang umumnya dilakukan adalah menggunakan fasilitas alat penerjemah otomatis seperti Google Translate untuk menerjemahkan abstrak dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Padahal, tejemahan yang dihasilkan mesin masih bersifat ‘mentah’ dan perlu dipoles lagi untuk mengindari kesalahan dalam penyamapian makna atau tata bahasa (grammar) itu sendiri. Meskipun terasa lebih mahal, mempercayakan penerjemahan abstrak kepada jasa penerjemah profesional adalah pilihan bijak. Selain hasil terjemahannya lebih terjamin, peneliti tidak perlu direpotkan dengan revisi berulang kali hanya karena penulisan abtraknya kurang sesuai.


    Fungsi Abstrak
    Penulisan abstrak tentunya memiliki tujuan yang jelas karena merupakan salah satu komponen wajib dalam setiap karya tulis ilmiah. Pada dasarnya, abstrak memiliki fungsi sebagai berikut:

    Menyajikan informasi singkat yang menggambarkan keseluruhan isi karya tulis
    Penulisan abstrak sebagai ringkasan di bagian awal akan memudahkan pembaca untuk mengetahui gambaran besar mengenai karya tulis tersebut. Pembaca bisa mengetahui gambaran besar penelitian yang telah dilakukan tanpa harus membaca keseluruhan tulisan yang tebalnya berlembar-lembar.

    Memudahkan pembaca dalam mencari referensi
    Jika mencari referensi yang berkaitan dengan suatu topik atau permasalahan tertentu, pembaca cukup membaca abstraknya saja yang biasanya hanya satu halaman, tanpa harus repot-repot mencari informasi dengan membuka lembar demi lembar halamannya. Pembaca tidak perlu melanjutkan untuk membaca keseluruhan karya tulis jika apa yang dicarinya tidak tertulis di abstrak. Dengan kata lain, pembaca bisa menghemat waktu dalam memilah dan mengumpulkan suatu informasi. Jika tidak menemukan informasi yang dicarinya, pembaca bisa langsung mencari referensi dari karya tulis lainnya dengan membaca dari halaman abstraknya saja.

    Syarat wajib diterimanya karya tulis ilmiah
    Institusi pendidikan lazimnya mewajibkan akademisinya untuk menulis abstrak dalam dua bahasa jika ingin jurnal, makalah, skripsi, tesis, atau disertasinya diterima dan layak dipublikasikan. Abstrak sendiri nantinya juga dibuat untuk mempermudah indeks atau review. Sehingga, tindakan plagiat yang meresahkan kalangan akademisi bisa dicegah dengan penulisan abstrak ini.


    Ketentuan Penulisan Abstrak
    Sebagai salah satu komponen penting dalam setiap karya tulis ilmiah, abstrak memiliki aturan tersendiri dalam penulisannya yang bersifat formal dan kaku. Format penulisan abstrak sendiri mungkin bisa berbeda di setiap institusi pendidikan. Abstrak untuk skripsi, tesis, atau jurnal internasional bisa saja berbeda tergantung persyaratan dari institusinya, tetapi ketentuan penulisan abstrak pada dasarnya sama untuk setiap karya tulis ilmiah, yaitu sebagai berikut:

    Abstrak ditulis singkat, kurang lebih setengah-satu halaman, sekitar 250 kata
    Fungsi abstrak sendiri adalah sebagai ringkasan dari keseluruhan karya tulis ilmiah yang menyertainya. Jadi, penulisannya pun harus ringkas dan menggunakan kalimat padat serta informatif yang mampu menggambarkan keseluruhan karya tulis.

    Penulisan abstrak harus urut
    Abstrak biasanya ditulis dengan urutan sebagai berikut: pendahuluan, tujuan penelitian, metode, hasil/pembahasan, serta kesimpulan. Penulisannya pun harus urut dengan alur yang jelas, tidak boleh asal atau acak Dalam bagian pendahuluan, peneliti bisa menjelaskan rincian masalah yang dibahas dalam karya tulis ilmiah. Jenis metodologi yang digunakan, cara pengumpulan data, pemilihan sampel penelitian, serta data-data kuantitatif lain bisa dijabarkan di metode penelitian. Hasil penelitian menjelaskan apa yang telah dicapai setelah penelitian dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Untuk bagian terakhir, peneliti bisa menarik kesimpulan atau saran terkait permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

    Isi abstrak harus menggambarkan keseluruhan tulisan
    Abstrak sendiri ditulis sebagai ringkasan dari keseluruhan karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, informasi yang tertulis tidak boleh bertentangan dengan tulisan sebenarnya. Abstrak juga seharusnya tidak memuat informasi baru atau opini tambahan yang tidak perlu.


    Struktur Penulisan Abstrak
    Abstrak untuk karya tulis limiah memiliki peraturan penulisan baku yang harus dipatuhi setiap akademisi. Pada dasarnya, struktur penulisan abstrak bisa dijabarkan sebagai berikut:

    Latar belakang
    Hal pertama yang mengawali sebuah abstrak adalah latar belakang atau pokok permasalahan yang menjadi bahasan utama untuk diteliti. Dengan menjabarkan pokk permasalahan di awal, pembaca bisa mengetahui arah penelitiannya.

    Metode penelitian
    Setelah menjelaskan pokok permasalahan secara singkat, metode penelitian yang digunakan juga perlu dijelaskan secara garis besarnya saja. Peneliti bisa menjelaskan jenis metodologi yang digunakan, pengumpulan data, pemilihan sampel, dan hal lainnya terkait penelitian. Jadi, pembaca bisa mengetahui cara dan langkah yang sesuai untuk menjawab permasalahan yang dihadapi dalam sebuah penelitian ilmiah.

    Hasil penelitian
    Hasil penelitian yang didapat setelah melakukan penelitian perlu dijelaskan secara umum, bisa berupa data kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan jenis metodologi yang dipilih. Hasil penelitian tidak perlu dijelaskan secara detail dalam abstrak karena terlalu panjang untuk ditulis satu per satu. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, pembaca bisa membaca teks aslinya.

    Kesimpulan
    Dalam kesimpulan, peneliti bisa menawarkan solusi serta saran atau menyatakan bahwa penelitian yang dilakukannya menyelesaikan permasalahan.


    Format Penulisan Abstrak
    Berikut ini adalah contoh struktur penulisan abstrak yang lazim digunakan. Format penulisan abstrak di setiap institusi pendidikan bisa berbeda sesuai dengan syarat yang diminta.

    Judul
    Penulisan judul menggunakan huruf kapital dengan font Times New Roman, ukuran 14, center text, dan bold (cetak tebal)

    Subjudul
    Subjudul penelitian (jika ada) ditulis dengan font Times New Roman, ukuran 12, center text, dan bold (cetak tebal)

    Nama peneliti/penulis
    Nama peneliti yang terlibat dalam penulisan karya tulis ilmiah ditulis dengan font Times New Roman, ukuran 12, center text, dan bold (cetak tebal). Jika penulisnya lebih dari satu, penulisan nomor urut bisa menggunakn superscript. Dalam penulisan skripsi, tesis, atau disertasi, nama dosen pembimbing biasanya juga disertakan dengan penelitinya.

    Nama institusi pendidikan
    Nama institusi pendidikan ditulis lengkap sampai tingkat jurusan dan fakultasnya, ditulis dengan font Times New Roman, ukuran 12, center text, dan bold (cetak tebal)

    Konten
    Penulisan konten abstrak sendiri biasanya menggunakan font Times New Roman, ukuran 12, dengan rata kanan kiri (justify). Format ini juga berlaku untuk penulisan kata kunci (keyword) di bagian akhir abstrak. Konten abstrak sendiri idealnya ditulis kurang lebih 250 kata.


    Tips Praktis Penulisan Abstrak Bahasa Inggris
    Penulisan abstrak memang menjadi salah satu tantangan yang sulit, terutama karena harus disertai dengan versi terjemahan bahasa Inggrisnya. Jika enggan menggunakan jasa penerjemah profesional yang dirasa mahal atau tidak yakin dengan hasil terjemahan mesin, ada beberapa tips praktis yang perlu diperhatikan untuk mempermudah penulisannya.

    Kalimat tidak terlalu panjang
    Untuk mempermudah penerjemahan/penulisan abstrak dalam bahasa Inggris, kalimat seharusnya tidak ditulis panjang, cukup menggunakan pola kalimat sederhana dengan bahasa ringkas dan padat. Jika satu kalimat dirasa terlalu panjang, satu kalimat tersebut bisa dibagi menjadi dua kalimat dengan menggunakan kata sambung yang sesuai.

    Menggunakan bantuan software untuk mengecek grammar
    Untuk mempermudah pengecekan grammar atau spelling, software bawaan dari Microsoft Office cukup bisa diandalkan. Jika ingin mendapatkan hasil lebih bagus, software Grammarly juga tersedia untuk diunduh, dan tersedia dalam dua versi (gratis dan berbayar). Jika ingin mendapatkan hasil pengecekan grammar yang lebih akurat, pengguna bisa berlangganan Grammarly, dengan harga yang cukup mahal (tidak disarankan untuk penggunaan satu-dua kali saja). Namun, penggunaan software seperti ini tetap memiliki kekurangan karena hasil pengecekan terkadang bisa salah. Kalimat yang strukturnya sudah benar bisa disalahkan atau sebaliknya. Jika ingin hasilnya benar-benar bagus, jasa editing atau proofreading profesional tetap diperlukan.

  • 0 comments:

    Posting Komentar