• Apa Saja Perbedaan antara Penerjemah dan Interpreter?



    Berdasarkan prosesnya, ada dua profesi yang berkaitan dengan penerjemahan, yaitu penerjemah dan interpreter (juru bahasa).

    Penerjemah identik dengan teks tertulis seperti artikel, buku, brosur, dan sebagainya. Penerjemah menjadi mediator antara penulis dan pembaca.

    Interpreter (juru bahasa) adalah istilah khusus yang digunakan untuk menyebut penerjemah yang menerjemahkan langsung secara lisan. Penerjemah menjadi mediator antara pembicara dan pendengar dalam komunikasi ini.

    Ada banyak perbedaan antara dua profesi tersebut, yaitu tenggat waktu, keahlian, penentuan tarif, kendala, dan persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pekerjaanya.


    Tenggat Waktu

    Penerjemah mengerjakan proyeknya dengan tenggat waktu yang cukup longgar (terutama penerjemahan buku). Untuk satu buku dengan ketebalan sekitar 250 halaman, penerjemah biasanya diberi waktu sekitar 1-2 bulan oleh penerbit.

    Tenggat waktu yang sangat longgar itu membantu penerjemah mengerjakan proyeknya sebaik mungkin. Bahkan, masih ada sisa waktu untuk merevisi terjemahan kembali setelah selesai diterjemahkan.

    Juru bahasa melakukan tugasnya dalam waktu yang sangat singkat dan harus bisa menerjemahkan ucapan/perkataan dari pembicara segera setelah dia selesai berbicara.

    Jeda antara pembicara dan juru bahasa sangatlah singkat. Bahkan, dalam penerjemahan lisan yang dilakukan secara simultan, penerjemah berbicara hampir bersamaan dengan pembicara.  Juru bahasa identik dengan bekerja di bawah tekanan.

    Keahlian

    Penerjemah harus mempunyai kemampuan membaca dan menulis yang baik. Keahlian membaca diperlukan ketika penerjemah berusaha memahami makna dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Keahlian menulis diperlukan ketika penerjemah menerjemahkan teks tersebut ke bahasa sasaran.

    Juru bahasa harus mempunyai kemampuan mendengarkan dan berbicara yang baik. Kedua keahlian ini sangat dibutuhkan untuk menerjemahkan informasi yang disampaikan oleh pembicara dalam waktu yang sangat singkat.

    Juru bahasa harus mempunyai pendengaran yang baik karena pembicara terkadang berbicara dalam aksen yang tidak begitu mudah dipahami.

    Juru bahasa harus bisa berbicara dengan lancar, jelas, dan cepat sehingga pendengar mampu menangkap informasi yang disampaikan pembicara.

    Penentuan Tarif

    Penerjemah dibayar berdasarkan jumlah halaman jadi, kata, atau karakter.

    Jika penerjemah menggunakan jumlah halaman jadi sebagai standar penentuan tarif, naskah terjemahan biasanya ditulis dalam format tertentu yang sudah disepakati sebelumnya.
    Biro penerjemah (lokal atau asing) biasanya menerapkan tarif terjemahan berdasarkan jumlah kata teks sumbernya.

    Penentuan tarif per karakter biasanya diterapkan oleh penerbit.

    Juru bahasa mendapatkan bayaran atas kerja kerasnya berdasarkan durasinya (per jam atau per hari). Satu hari kerja biasanya dihitung 8 jam. Tarif per jamnya bisa mencapai jutaan rupiah.

    Kendala

    Penerjemah biasanya sering menemukan istilah-istilah khusus dalam teks yang sulit dicarikan padanannya.

    Kendala ini bisa diatasi dengan mudah selama mereka mempunyai referensi yang tepat. Kamus adalah syarat wajib bagi penerjemah dan satu kamus tidaklah cukup untuk membantu pekerjaannya. Internet bisa menjadi sumber informasi tanpa batas yang sangat bermanfaat bagi penerjemah.

    Kerusakan mendadak pada hardware juga menjadi masalah yang sangat menjengkelkan bagi penerjemah. Masalah bisa menjadi lebih rumit jika penerjemah harus mengejar tenggat waktu yang telah disepakati dengan kliennya.

    Juru bahasa harus bisa berkonsentrasi penuh dalam menjalankan tugasnya. Jika mereka lengah dalam beberapa detik, mereka bisa kehilangan informasi penting yang harus diterjemahkan.

    Persiapan

    Penerjemah sebelum mulai mengerjakan tugasnya harus memahami garis besar/inti informasi dalam teks yang akan diterjemahkan. Mereka harus mencari informasi umum yang tertulis dalam teks tersebut.

    Juru bahasa harus menguasai topik yang akan dibicarakan dan berdiskusi dengan pembicara sebelumnya. Sebelum acara dimulai, juru bahasa juga harus datang lebih awal untuk menyiapkan diri.
  • 0 comments:

    Posting Komentar