• Menimbang Untung Rugi Bekerja sebagai Penerjemah Lepas



    Penerjemah adalah salah satu dari sekian banyak profesi menjanjikan yang pantas untuk ditekuni. Pada dasarnya, seorang penerjemah memiliki peran untuk menyampaikan pesan atau informasi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, baik dalam komunikasi tertulis maupun komunikasi lisan.

    Di era informasi ini, peran penerjemah dalam proses komunikasi tersebut tentu menjadi semakin penting. Pertanyaannya, apakah penerjemah merupakan profesi yang benar-benar pantas untuk ditekuni dan diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup? Inilah keuntungan dan kerugian profesi penerjemah yang perlu Anda ketahui.

    Keuntungan Menjadi Penerjemah

    Pekerjaan bisa dilakukan secara fleksibel

    Berbeda dengan profesi lain yang mengharuskan Anda untuk hadir ke kantor dengan rutinitas kerja yang hampir sama setiap harinya (kerja sekitar 8 jam sehari, 6 hari seminggu), profesi ini membebaskan Anda dari rutinitas yang terkadang membosankan tersebut.

    Anda tidak harus bekerja terikat di institusi tertentu untuk menjadi penerjemah. Anda bebas menentukan jam kerja serta dengan siapa Anda bekerja. Anda bisa melayani pesanan terjemahan langsung dari klien atau agensi penerjemahan yang menawarkan proyek untuk diterjemahkan.

    Di era informasi seperti ini, informasi bisa didapatkan dengan mudah melalui internet, tidak sulit untuk menemukan klien atau agensi yang mau bekerjasama dengan Anda dalam proyek penerjemahan. Meskipun penerjemah bisa dilakukan secara freelance, tidak sedikit perusahaan yang memberikan lowongan kerja sebagai penerjemah tetap.

    Penghasilan bisa diandalkan untuk menyambung hidup

    Profesi penerjemah juga menarik jika dipandang dari aspek finansialnya. Tidak sedikit uang yang bisa didapatkan dari profesi ini. Bahkan, penerjemah lisan (interpreter) bisa mendapatkan Rp 8 juta dengan bekerja selama 1 hari.

    Meskipun mesin penerjemah terus dikembangkan, peran penerjemah (manusia) tetap tak tergantikan dan permintaan terhadap layanan penerjemahan ini selalu ada. Dengan kata lain, industri penerjemahan tidak pernah mati karena peran vitalnya dalam komunikasi. Tentunya, kesempatan ini perlu dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk mencukupi kebutuhan finansial.

    Kemudahan mencari klien

    Dengan teknologi internet, penerjemah bisa mengembangkan jaringannya seluas mungkin, terutama untuk mendapatkan klien (pengguna jasa terjemahan maupun agensi penerjemahan).

    Jika satu klien mendapatkan layanan memuaskan, dia juga tidak akan sungkan merekomendasikan jasa penerjemahan ke calon klien lainnya. Jadi, penerjemah tidak akan kesulitan untuk mendapatkan klien baru.

    Tidak sulit untuk bekerjasama dengan agensi penerjemahan di luar negeri di era informasi ini (tentunya didukung dengan kompetensi yang memadai).

    Biaya hidup lebih hemat

    Dengan tidak bepergian ke kantor atau melakukan rutinitas harian layaknya pekerja kantoran biasa, biaya hidup bisa dipangkas. Dengan kata lain, penghasilan yang didapatkan dari profesi menerjemahkan bisa terasa lebih besar karena pengeluaran bisa dikurangi. Sisa dari penghasilan tersebut bisa dimanfaatkan untuk investasi.

    Waktu untuk keluarga lebih banyak

    Dengan meniadakan rutinitas bepergian ke kantor, waktu yang diberikan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi lebih banyak. Tentunya, kondisi ini bisa meningkatkan kualitas hubungan sesama anggota keluarga.

    Kekurangan Menjadi Penerjemah

    Penghasilan naik turun

    Berbeda dengan pekerja kantoran yang mendapat gaji dengan jumlah tetap setiap bulan, penerjemah tidak mendapatkan hasil yang sama setiap bulan (kecuali jika bekerja tetap di instansi tertentu). Kelemahan ini tidak menjadi masalah berarti selama penghasilan yang didapat setiap bulannya lebih banyak daripada pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan hidup.

    Sulit mendapat klien jika tidak memiliki reputasi atau jaringan

    Kesulitan ini biasanya dialami oleh penerjemah pemula yang baru saja merintis karirnya sebagai freelancer. Terkadang, mendapatkan klien pertama terasa sangat lama dan membosankan. Namun, berawal dari klien pertama tersebut, reputasi maupun jaringan bisa dibangun untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak.

    Terkadang harus lembur untuk mengejar deadline
    Setiap pesanan terjemahan yang didapatkan oleh penerjemah harus diselesaikan tepat pada waktunya (sesuai dengan perjanjian awal yang disetujui klien dan penerjemah). Jika pekerjaan terlambat selesai, kecerobohan ini bisa mencoreng reputasi penerjemah dan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan klien lagi di kesempatan lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, terkadang penerjemah harus rela lembur untuk memenuhi janjinya.
  • 0 comments:

    Posting Komentar